Buat penggalangan dana. Klik di sini
Jutaan rumah di pelosok Indonesia belum teraliri listrik! LIMAR sudah terangi 300.000 rumah, mari bantu!

Jutaan rumah di pelosok Indonesia belum teraliri listrik! LIMAR sudah terangi 300.000 rumah, mari bantu!

Pengelola: Yayasan Pilar Peradaban

Donatur
728
Terkumpul
Rp68.570.000
Target
Rp500.000.000

Ada banyak kisah haru saat pemasangan lampu, salah satunya datang dari sebuah rumah paling ujung di satu desa pelosok, Waingapu, Sumba Timur NTT. Cerita ini dialami oleh Kang Ucup, salah satu mantan anggota geng motor yang diberdayakan untuk membuat lampu LIMAR..

***

Assalamu'alaikum wr wb #SahabatAmal

Pernah melihat kondisi aliran listrik di Indonesia saat malam hari? Inilah kondisinya. Hanya pulau jawa saja yang terlihat terang karena memiliki aliran listrik yang sangat melimpah.

Sedangkan di bagian lain, terutama Indonesia timur terlihat seperti gelap gulita! Miris sekali, padahal Indonesia salah satu negara yang kaya akan berbagai sumber energi, termasuk untuk listrik.

Permasalahan itu pun menjadi salah satu concern bagi Ujang Koswara (seorang dosen di Bandung). Ia bercerita, sebenarnya itu semua berawal bukan dari kondisi Indonesia secara menyeluruh, justru kondisi keluarganya sendiri.

Di tahun 2008, saat ia sedang berada di puncak karir sebagai pengusaha, namun kondisi yang kurang nyaman justru dirasakan Ibunda yang tinggal di pedalaman Garut. Ibunya masih menggunakkan lampu tempel berbahan minyak sebagai penerangan di malam hari.

Keponakannya pun mengandalkan cahaya lampu tempel itu untuk belajar di malam hari saat akan menghadapi ujian nasional.

“Saya googling, di Indonesia yang senasib dengan keluarga saya sangat menngejutkan jumlahnya. Saat itu ada 30 juta kepala keluarga yang tidak menikmati listrik. Bahkan di Jawa Barat, yang mempunyai sumber listrik untuk Jawa-Bali, Waduk Jatiluhur, dan geotermal, masih ada 2,4 juta rumah yang tidak punya listrik,” kata Ujang.

Itulah awal mula LIMAR (Listri Mandiri Rakyat) ia buat untuk menerangi ratusan ribu rumah di Indonesia. Limar ini adalah paket instalasi yang terdiri dari 5 LED dan baterai aki yang dapat di-charge menggunakkan solar panel, tenaga angin, mikro hidro ataupun genset. LIMAR ini pun di claim dapat bertahan hingga 10 tahun.

Tak hanya itu, program LIMAR ini pun merupakan program pemberdayaan untuk para dhuafa dan kaum marjinal. Instalasi lampu ini dibuat oleh ratusan anak-anak pesantren agar mereka bisa mandiri, para narapidana dari mulai pemuda hingga ibu-ibu, termasuk para mantan anggota geng motor.

Tak hanya membuat, mereka pun diajak untuk terjun langsung menyalurkan dan memasang lampu di rumah-rumah pelosok yang belum memiliki lampu.

Satu cerita haru datang dari sebuah rumah paling ujung di satu desa pelosok, Waingapu, Sumba Timur NTT. Cerita ini dialami oleh Kang Ucup, salah satu mantan anggota geng motor yang diberdayakan untuk membuat lampu LIMAR, dan dibawa langsung untuk menyalurkan paket instalasi lampu tersebut ke setiap desa yang belum memiliki listrik.

Seluruh anggota tim sudah bersepakat, jika lampu sudah selesai terpasang disetiap rumah, maka paling lambat pukul 9 malam mereka akan berkumpul disatu titik karena truk jemputan akan tiba.

Saat sudah waktunya pulang, semua orang sudah berkumpul, Kang Ucup tak kunjung datang sedangkan malam sudah sangat gelap. Saat tim sudah khawatir dan kebingungan, Kang Ucup pun datang dan langsung meminta maaf.

Ternyata ia mendapat tugas di rumah paling ujung di desa tersebut lalu ia bercerita sambil tak kuat menahan air mata, "Maaf Pak, tadi saat saya memasang lampu, saya terlanjur janji ke ibunya untuk nemenin dulu dia sampai tidur baru saya bisa pulang.

Saya gak kuat pak pengen nangis, Ibunya ucapin terimakasih berkali-kali ke saya, dia bersyukur banget rumahnya bisa terang karena ada lampu, 70 tahun dia hidup belum pernah liat lampu.

Saya terharu sekali, pertama kali saya merasakan hidup saya bermanfaat buat orang, ternyata bahagia itu gak mahal, saya bisa bahagia karena bisa bermanfaat hanya karena bikin lampu dan pasang di rumah ibunya", ucap Kang Ucup sambil berlinang air mata.

Cerita kang ucup pun hanyalah satu dari ribuan cerita yang ada, mereka yang biasanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena kesalahannya yang telah lalu ternyata sangat dikagumi dan dianggap pahlawan oleh warga desa yang dibantu dibuatkan dan dipasangkan lampu di rumahnya.

Sebenarnya, perjalanan menuju desa-desa yang gelap gulita itu yang tidak mudah, tetapi justru itu perjalanan luar biasa bagi mereka. Dari mulai pertama kali naik pesawat, menaiki perahu kecil selama 2 jam, hingga harus naik ojek motor karena lintasan yang terjal.

Berbicara tentang listrik, di akhir tahun 2016, situs Web Kementerian ESDM pernah merilis bahwa 12.669 desa di negeri ini belum mendapat listrik, bahkan 2.519 diantaranya masih gelap gulita. (Sumber: www.tambang.go.id)

Bagi kita yang berada di pulau jawa ataupun kota-kota besar, jika tak ada listrik akan sangat terasa kesulitan yang dihadapi. Aktivitas pada malam hari akan sangat terhambat, termasuk memutus akses pengetahuan. Terlebih di zaman yang serba digital ini, masyarakat di desa pun sangat membutuhkan akses tersebut untuk mendapat pendidikan yang baik.

Sejak 2008 hingga kini, LIMAR yang berada dalam naungan Yayasan Pilar Peradaban sudah berhasil menerangi kurang lebih 300.000 rumah di desa-desa yang belum teraliri listrik. Sebagai penerangan sementara sebelum PLN bisa memberikan alirannya ke daerah tersebut.

Meski sudah hampir 13 tahun berjalan, pada kenyataannya masih banyak desa-desa di Indonesia yang masih membutuhkan LIMAR ini. Belumlah terjamah semua. Contohnya di Indonesia Timur, pada April 2020, Wamendes pernah menyatakan bahwa masih ada sekitar 433 desa yang masih belum memiliki aliran listrik, yaitu 325 desa di Papua, 102 desa di Papua Barat, 5 desa di NTT, dan 1 desa di Maluku. (Sumber: tribunnews.com)

Oleh karenanya, Beramal Jariyah mengajak #SahabatAmal semua ikut berkontribusi menyumbangkan listrik ke berbagai pelosok di negeri ini, demi masa depan yang lebih baik lagi. Caranya:

  1. Klik Tombol "Infak Sekarang"
  2. Masukkan Nominal Infak Sahabat
  3. Masukkan Data yang Diminta oleh Sistem
  4. Lakukan Transfer ke Rekening Bank yang Sahabat Pilih

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook. 

InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sabahat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, jazakumullah khoiran khatsiran, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.

Butuh Bantuan?
Hubungi Kami Telp / WA: 0819 95 10 1000

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman kampanye ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili beramaljariyah.org.
Beramal Jariyah akan melakukan verifikasi terkait kondisi dan data yang diberikan penggalang dana sampai diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, sehingga cerita dan data yang diberikan dalam kampanye ini adalah sesuai keadaan sebenarnya.
© 2018 - 2021 Yayasan Beramal Jariyah
bekerjasama dengan PT Setiap Hari Dipakai / Evermos

Yayasan Sahabat Beramal Jariyah dengan akta pendirian No. 79 Tanggal 31-01-2020, adalah lembaga penggalangan dana online dengan situs beramaljariyah.org yang menggalang program Zakat, Infaq, dan wakaf. Pembayaran ditujukan ke rekening A.N Sahabat Beramal Jariyah. Donasi manual agar mencantumkan keterangan program yang akan dibantu. Dana tanpa keterangan akan kami salurkan melalui program regular Sahabat Beramal Jariyah dan masuk kategori dana infak.

Kami juga menerima pembayaran melalui: