Buat penggalangan dana. Klik di sini
Runtutan Duka Mengawali Tahun 2021

Runtutan Duka Mengawali Tahun 2021

Pengelola: Rumah Yatim

Donatur
31
Terkumpul
Rp859.000

Tragedi Sriwijaya Air, hingga Banjir Kalimantan Selatan menjadi dua dari ratusan bencana yang terjadi di negeri ini... Duka pun menyelimuti, saudara disana butuh sekali uluran tangan kita.

***

Assalamualaikum wr wb #SahabatAmal

Menutup tahun 2020 dengan harapan besar bahwa Pandemi Covid 19 bisa segera berakhir tentunya menjadi mimpi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Berharap di tahun 2021 Allah memberikan awan indah yang menggulung dengan cerah dan menaungi setiap Umat-Nya. Allah Maha Berkehendak, baik buruk sesuatu di mata manusia tentunya sudah menjadi kehendakNya.

Pun dengan apa yang terjadi di awal tahun 2021 ini.

Duka bermula dari tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1).

Belum sirna duka para keluarga korban, kembali masyarakat Indonesia dibuat berkabung atas meninggalnya Dai Nasional Syekh Ali Saleh Mochamed Ali Jaber pada Rabu (14/01). Tak lupa Kalimantan Selatan pun berduka karena bencana banjir.

Hingga dini hari tadi sekitar pukul 1:28 WIB gempa kuat dengan magnitudo 6,2 melanda Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1).

Gempa ini dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan, termasuk Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan dikhawatirkan terdapat korban jiwa.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini berpusat sekitar 6 KMr timur laut Kota Majene. Gempa ini tergolong sangat dangkal dengan hiposenter di kedalaman 10 KM.

Getaran dahsyat dirasakan oleh hampir semua penduduk, banyak orang terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, dan bandul lonceng dapat berhenti.

Rangkaian gempa Majene dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust). Pusat gempa Majene hari ini sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 Km.

Gempa saat itu menyebabkan 64 orang meninggal, 97 orang luka-luka dan 1.287 rumah serta masjid mengalami kerusakan. Dermaga pelabuhan pecah, timbul tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 meter di Parasanga dan Palili.

*********

Bagi #SahabatAmal yang akan membantu, bisa berdonasi dengan cara:

  1. Klik Tombol "Infak Sekarang"
  2. Masukkan Nominal Infak Sahabat
  3. Masukkan Data yang Diminta oleh Sistem
  4. Lakukan Transfer ke Rekening Bank yang Sahabat Pilih

Selain itu, Sahabat juga bisa mengajak keluarga, teman, dan sahabat lainnya untuk membantu dengan cara share link ini via WhatsApp dan Facebook. 

InsyaAllah setiap kebaikan dari ajakan kita, maka Sabahat pun akan mendapatkan pahalanya.

Terima kasih kami ucapkan, doa dan dukungan Sahabat sangatlah berarti.

***

Disclaimer:

Fundraising ini merupakan bagian dari Program Bantuan Bencana yang mana penghimpunannya akan disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Butuh Bantuan?
Hubungi Kami Telp / WA: 0819 95 10 1000

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman kampanye ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili beramaljariyah.org.
Beramal Jariyah akan melakukan verifikasi terkait kondisi dan data yang diberikan penggalang dana sampai diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, sehingga cerita dan data yang diberikan dalam kampanye ini adalah sesuai keadaan sebenarnya.
© 2018 - 2019 Yayasan Beramal Jariyah
bekerjasama dengan PT Setiap Hari Dipakai / Evermos

Yayasan Sahabat Beramal Jariyah dengan akta pendirian No. 79 Tanggal 31-01-2020, adalah lembaga penggalangan dana online dengan situs beramaljariyah.org yang menggalang program Zakat, Infaq, dan wakaf. Pembayaran ditujukan ke rekening A.N Sahabat Beramal Jariyah. Donasi manual agar mencantumkan keterangan program yang akan dibantu. Dana tanpa keterangan akan kami salurkan melalui program regular Sahabat Beramal Jariyah dan masuk kategori dana infak.

Kami juga menerima pembayaran melalui: