Toko Service dan Aksesoris HP untuk Pak Agus Pengidap Tumor Kaki dan Pedagang Boneka Keliling

Pak Agus tadinya berjalan kaki berkilo-kilometer di area rel kereta api untuk berjualan boneka keliling. Dengan kondisi salah satunya yang membengkak besar hingga harus menyeker alias tanpa alas apapun untuk berjalan tersebut.

0

Bisa mewujudkan mimpi penerima manfaat yang kami bantu juga berarti menjadi kebahagiaan besar bagi kami. Seperti cerita Pak Agus dari campaign “Jadi Tulang Punggung Keluarga, Pak Agus (33) Penderita Tumor Harus Berjalan Puluhan Kilometer dengan Kaki yang Kian Membengkak”. Ada banyak alasan yang  membuat sosoknya tidak hanya kita kenal sebagai penerima manfaat biasa. Pak Agus inspiratif sebagai kepala keluarga dalam segala keterbatasannya.

gemar beramal
sumber foto: campaign Beramal Jariya
Cerita penggalangan dana untuk Pak Agus

Namanya Agus Sofian (33th), ia adalah pria asal pedalaman Sumatera Barat yang memutuskan merantau ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pergi ke kota ia membawa keluarganya, yakni seorang istri, anak, dan keponakan. Namun, seperti yang kebanyakan rantauan rasakan. Kehidupan di kota tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebaliknya keras dan penuh perjuangan apalagi dengan latar belakang seperti dirinya.

Perjuangannya sebagai kepala keluarga pun tidak semulus orang lain setelah mendapatkan ujian sakit. Ya, beberapa tahun ke belakangan bengkak di bagian kakinya yang sudah ada sejak kecil terasa semakin sakit. Bengkaknya sangat besar membuatnya terlihat seperti kaki gajah. Belum diketahui pasti apa penyebabnya.  Karena Pak Agus sadar biaya pengobatan untuk kakinya tidak akan sedikit.

Baca juga: Rumahku, Istanaku! Cerita Rumah PM Membutuhkan Yang Berhasil Beramal Jariyah Bedah!

gemar beramal
sumber foto: campaign Beramal Jariyah

Di lain sisi, Pak Agus hanya bisa berusaha menggantungkan harapannya untuk kebahagiaan keluarga tercinta dari berjualan boneka kain. Dengan harga 1 boneka Rp10.000, untung yang didapat Pak Agus lebih kecil lagi karena ia harus menyetor sebagian penghasilannya ke tempat pembuat bonekanya. Ya, Pak Agus hanya bantu jajakan saja.

Setiap hari biasanya ia berkeliling menjajakan boneka-boneka tersebut di jalan-jalan kota. Terutama di dekat rel kereta api. Dengan kondisi bengkak kaki yang tak jarang terasa ngilu. Kondisi kaki sebelahnya yang sudah sangat besar membuat satu kakinya menyeker. Setelah kaki yang lecet-lecet luka dan lelah seharian bekerja. Paling-paling penghasilan yang bisa dibawa pulang hanya Rp30 ribu, kalo dagangannya laku.

Padahal, bukan hanya untuk uang makan dan kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya, Pak Agus juga harus bayar sewa kontrakkan tempat tinggal keluarganya Rp700 ribu/bulan. Alhamdulillah, donasi untuk campaign Pak Agus telah tersalurkan Rp43.484.224.

Mimpi Pak Agus punya toko service HP
gemar beramal
(Sumber doto: campaign beramal jariyah)

Anak Pak Agus masih sangat kecil. Sebagai Ayah, ia ingin sekali bisa menjamin masa depan lebih baik untuk sang putri. Untuk itu, penggalangan dana untuk Pak Agus bertujuan memberikan modal usaha agar Pak Agus bisa memiliki penghasilan yang lebih menjamin kehidupan keluarganya. Saat berbicara kepada Pak Agus terkait modal usaha seperti apa yang diinginkannya. Diketahuilah Pak Agus punya keahlian membetulkan ponsel karena pernah bekerja di tempat service dan menyenangi profesi tersebut.

Ternyata bisa punya toko untuk memperbaikan ponsel, jualan pulsa dan aksesorisnya adalah cita-cita yang ingin diwujudkan Pak Agus.

Perjuangan mewujudkan mimpi Pak Agus punya Toko Service dan Aksesoris HP Sendiri

Untuk itu, bekerja sama dengan tim penyaluran Sajiwa Foundation, donasi direncanakan untuk mewujudkan mimpi Pak Agus tersebut. Setelah  itu dilakukan survei lokasi terbaik yang strategis untuk toko Pak Agus. Ada satu lokasi yang sudah diincar.

penyaluran beramal jariyah
(sumber foto: campaign Beramal Jariyah(

Namun, setelah berbincang lebih jauh dengan kenalan Pak Agus, ternyata di tempat tersebut sudah pernah ada toko hp serupa dan usaha tersebut kurang menghasilkan. Setelah itu Pak Agus memberi kabar, teman beliau hendak melelang seluruh isi tokonya seperti alat servis, komputer, aksesoris, kartu perdana, dan lain-lain, beserta penyewaan tempat yang panjang yakni hingga Agustus 2023 mendatang. Akhirnya setelah isi barang-barang lelang dan kondisi toko serta lokasi dicek.

gemar beramal
(sumber foto: campaign Beramal Jariyah)
gemar beramal
(sumber foto: campaign Beramal Jariyah)

Berdasakan keputusan matang Pak Agus, donasi diputuskan disalurkan untuk penyewaan toko tersebut. Tim penyaluran mengawasi proses transaksi dan surat-surat yang harus ditanda-tangani. Alhamdulillah, Pak Agus senang mimpinya bisa terwujud. Promosi toko service Pak Agus ini pun coba kami bantu di sosial media. Selanjutnya, terkait perkembangan usaha tokonya ini komunikasi dengan Pak Agus, insya Allah akan terus terjalin.

“Alhamdulillah sejak ada kios ini beban keluarga terbantu. Dan saya sudah tidak perlu lagi berjualan keliling. Alhamdulillah pekerjaan saya sudah tidak seberat sebelumnya. Penjualan dan pemasukan servis 2x dalam 1 Minggu ada  saya sangat2 bersyukur bisa ditolong oleh orang2 baik, para donatur dan tim sekali lagi terimakasih bnyak atas kebaikannya.” – Ujar Pak Agus, 4 bulan setelah usaha Toko Service dan Aksesorisnya dibuka.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2022 (HAN): Ini Cerita Anak-Anak Yang Pernah Beramal Jariyah Bantu

Leave A Reply

Your email address will not be published.