Kisah Inspiratif: Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum, Lansia Penjaga Sekolah yang Berhasil ke Tanah Suci

Berhasil mewujudkan mimpi pergi ke Mekkah. Kesederhanaan hidup Mang Ajum, tak menghentikan niat baiknya untuk tetap rajin berbagi pada sesama. Kisah Mang Ajum justru mengajarkan kita keikhlasan dalam menjalani takdir yang telah Allah berikan.

0

Keseharian Mang Ajum sebagai penjaga sekolah

Namanya Mang Ajum, di usia senjanya yang sudah menginjak 86 tahun. Tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga, masih ikhlas ia jalani. Mang Ajum bekerja sebagai penjaga sekolah di MI/SD Muslimin Peusinggirang Sindangkerta. Fisiknya memang sudah tidak sekuat dahulu. Saat tubuhnya masih kuat, 15 tahun yang lalu Mang Ajum bekerja sebagai kuli bangunan.

Meskipun begitu, sebagai penjaga sekolah pun Mang Ajum tetap rajin menjalankan tugasnya. Mulai dari rutin membuang sampah-sampah, membersihkan seisi sekolah hingga halamannya, dan mengunci kelas-kelas dan ruang sekolah lainnya setelah hari berakhir.

Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum
Sumber gambar: ACT Bandung

Dalam sebulan, dari pekerjaannya ini Mang Ajum memperoleh bayaran Rp125 ribu. Uang itu ia gunakan untuk menafkahi istri tercinta, Mak Siti. Ia juga seringkali menyisihkan sebagian uangnya untuk tambahan uang jajan bagi cucu-cucunya, meski tak seberapa.

“Cukup gak cukup disyukuri jang..” Ucap mang Ajum.

Mang Ajum bercerita, Mak Siti juga berusaha membantu dengan menjualkan dagangan gula aren milik orang lain.

Ternyata, saat ditelusuri, rumah tempat tinggal kedua lansia ini juga sudah tidak layak huni. Bangunannya hampir roboh, dengan atap yang miring. Namun, di tengah kisah hidupnya yang bisa dibilang diliputi berbagai kekurangan, Mak Ajum tak pernah benar-benar mengeluh.

Senang berbagi pada sesama

Dalam keterbatasannya, Mang Ajum juga tetap senang berbagi. Ada sebuah cerita, mengenai momen saat Mang Ajum melihat salah satu siswa SD di sekolah tempatnya bekerja yang kelaparan karena pergi sekolah tanpa sempat sarapan.

Saat dahulu Mang Ajum masih bisa tambah-tambah penghasilan dari berjualan gorengan, Mang Ajum yang tidak tega ada yang kelaparan, lalu memberikan beberapa gorengan jualannya secara cuma-cuma pada anak itu.

Ia bersedekah dengan apapun yang dimilikinya. Meski hanya sedikit.

Keinginan Mang Ajum ke Mekkah

Bahkan, cita-citanya bukanlah bergelimang harta. Namun, bisa pergi ke baitullah-mekkah bersama sang istri sebelum tutup usia.

Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum
Sumber foto: ACT Bandung

Sosok Mang Ajum yang hidup dalam kesederhanaan, dikenal baik serta tulus ini telah menggerakan hati tim ACT Bandung untuk inisiatif berusaha menggalang dana, bekerja sama dengan Beramal Jariyah. Membantu Mang Ajum dan Mak Siti mewujudkan mimpi mereka naik haji.

Alhamdulillah, do’a-do’a Mang Ajum dan Mak Siti banyak dikabulkan Allah SWT lewat kebaikan hati para donatur, di antaranya dari para Sahabat #GemarBeramal melalui campaign “Mang Ajum. Ingin Ke Mekkah“. Sedikit demi sedikit, di platform Beramal Jariyah uang sebesar Rp144.114.000 berhasil terkumpul. Melampaui ekspektasi nominal awal pengumpulan dananya.

Kisah Mang Ajum
Sumber foto: ACT Bandung

Qadarullah, penggalangan dana yang dimulai sejak tanggal 3 Februari 2020 itu terhambat realisasinya untuk berangkatkan Mang Ajum dan Mak Siti ke Mekkah karena pandemi COVID-19.

Selalu bersyukur dan percaya akan rezeki yang Allah SWT akan berikan

Dana terkumpul yang berlebih ini kemudian disalurkan terlebih dahulu untuk renovasi rumah Mang Ajum dan Mak Siti, mengganti perabotan, juga membelikan sembako. Niat awal ACT Bandung adalah menjamin sembako juga untuk Mang Ajum selama satu tahun ke depan. Namun, Mang Ajum menolak tawaran itu.

Mang Ajum ke Mekkah
Sumber rujukan: ACT Bandung

Menurut Mang Ajum, sembakonya jangan hanya dikasihkan ke Mang Ajum saja. Berikan juga ke tetangga-tetangganya di kampung yang juga membutuhkan. Karena hal tersebutlah, tim ACT sempat berkeliling membagi-bagikan sembako dengan atas nama Mang Ajum, mengingat berasal dari donasi terkumpul untuk Mang Ajum.

Mang Ajum akhirnya berangkat ke Mekkah meski tanpa ada lagi Mak Siti di sisinya

Setelah penantian selama dua tahun lamanya, Allah benar-benar menghendaki Mang Ajum ke mekkah. Namun, bukan bersama sang istri, Mak Siti. Takdir lebih dahulu menjemput Mak Siti, istri Mang Ajum meninggal dunia sebelum sempat menginjak kakinya di Mekkah.

Kisah Inspiratif: Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum, Lansia Penjaga Sekolah yang Berhasil ke Tanah Suci
Sumber foto: ACT Bandung

Usia Mang Ajum yang sudah sepuh, akhirnya tetap mengharuskannya berangkat umroh dengan pendamping. Sehingga, salah satu anaknya lah yang pergi mengantarnya. Mang Ajum, saat ini masih menunaikan umroh di Mekkah. Sorot matanya yang berbinar, seakan menyampaikan, semua mimpinya ini dapat terwujud berkat dukungan Sahabat #GemarBeramal.

Kisah Inspiratif: Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum, Lansia Penjaga Sekolah yang Berhasil ke Tanah Suci
Sumber foto: ACT Bandung
Kisah Inspiratif: Belajar Ikhlas dari Sosok Mang Ajum, Lansia Penjaga Sekolah yang Berhasil ke Tanah Suci
Sumber Foto: ACT Bandung

Tetapi ini semua juga pastinya terjadi karena Kuasa Allah. Setelah keikhlasan kerja keras Mang Ajum selama berpuluh-puluh tahun menafkahi keluarga dalam keterbatasan, setelah uang sudah terkumpul namun keberangkatannya tertunda akibat pandemi, hingga setelah hatinya harus berduka lebih dahulu karena ditinggal istri tercinta, Mang Ajum akhirnya mampu menginjakkan kaki di tanah suci.

Melalu kisahnya, kita bisa memetik hikmah dan senantiasa berdoa agar Allah juga senantiasa menjadi keikhlasan hati kita dalam menjalani hidup, seperti Mang Ajum.

Baca juga: Beramal Jariyah X Evermos Salurkan Bantuan Pertama Untuk RBC, Sukseskan Program JASA Ibu!

Leave A Reply

Your email address will not be published.