Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Justru Rajin Mengamalkannya

Kalau untuk bersedekah saja harus menunggu bergelimang harta terlebih dahulu, maka kapan waktu bersedekahnya? Padahal manusia diuji Allah menjadi makhluk yang sulit merasa cukup.

0
Ini Manfaat Sedekah Ketika Sulit
Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Di Antaranya
(sumber foto: pexels.com/Joslyn Pickens)

Dalam islam, sedekah merupakan salah satu cara untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, sedekah juga menjadi kebaikan bagi orang lain serta berkah bagi diri sendiri. Perbuatan terpuji ini seakan magnet rezeki untuk manusia sekaligus menjadi pahala saat di akhirat kelak.

Banyak orang salah kaprah, bahwa bersedekah hanya pantas dilakukan oleh mereka yang sudah kaya dan memiliki banyak harta saja. Padahal, ada banyak juga banyak keutamaan sedekah di waktu sulit. Diantaranya mendatangkan banyak berkah. Lagipula, Allah SWT sudah menjanjikan dalam salah satu hadist kalau berapapun nominal amal sedekah yang kita berikan, pasti akan Allah balas.

Tak Perlu Menunggu Kaya

Artinya, tak perlu menunggu kaya untuk mau bersedekah dan berbagi kepada sesama. Terlebih, sebagai umat islam, kita hendaknya mengeluarkan harta di jalan Allah. Besar atau kecil insyaAllah dibalas dengan pahala. 

Sebagaimana yang disampaikan dalam QS Al-Zalzalah ayat 7-8:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”.

Dengan kata lain sedekah sekecil apapun serta dalam bentuk apapun tetap akan dihitung sebagai pahala oleh Allah. Dengan catatan, sedekah tersebut wajib dilakukan dengan niat dan tujuan kebaikan. Sebab, Allah yang Maha Adil juga akan melihat bagaimana kualitas ibadah seseorang di samping besar atau kecilnya sedekah yang diberikan. 

Dalam sebuah hadits disampaikan dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham“. Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau jelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan.” (HR. An-Nasai dan Imam Ahmad).

Jadi, kita sebaiknya menyadari bahwa jika menunggu kemapanan dan saat merasa kaya diri, bisa-bisa  perbuatan bersedekah tak akan pernah dilakukan. Karena, manusia tak akan pernah puas dan merasa cukup. Ujian ini pernah difirmankan oleh Allah:

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, “Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS Al Ankabut: 2-)

Baca juga: #KisahInspiratif: Kebahagiaan Yang Dahulu Pak Ogah Si Unyil Tebar, Berbuah Kebaikan Hati Banyak Orang Untuknya Di Kala Sakit

Dua Sosok Inspiratif

BeramalJariyah.org memiliki dua contoh teladan yang bisa menjadi inspirasi senang mengamalkan keutamaan sedekah di waktu sulit. Yang pertama ialah Pak Sarono (68 tahun), meski hidup dalam keadaan buta ia tetap rajin bersedekah kepada 60 lebih anak yatim. Sehari-harinya ia hanya sebagai seorang pemecah batu dan berpenghasilan 5-10 ribu per hari. 

Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Di Antaranya
(Sumber foto: campaign Beramal Jariyah)

Selain bersedekah materi, ia juga senang berbagi ilmu kepada anak asuhnya. Seperti mengajarkan tata cara salat dan mengaji. Masya Allah, mulia sekali apa yang dilakukan oleh Pak Sarono. Biarpun hidup dalam kesulitan dan kebutaan, ia tetap mengeluarkan hartanya di jalan kebaikan.

Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Di Antaranya
(Sumber foto: Campaign Beramal Jariyah)

BeramalJariyah.org memiliki sosok teladan lainnya, yang juga senang bersedekah di waktu sulit yakni Pak Ujang (52 tahun). Hidup sebatang kara dengan kondisi disabilitas tak menyurutkan semangat Pak Ujang untuk bersedekah. Ia hanya seorang pedagang kaki lima dari pagi sampai sore yang senang bersedekah kepada keluarga terdekat yang membutuhkan. 

Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Di Antaranya
(Sumber foto: campaign Beramal Jariyah)

Kalau hari Jumat, ia tak berjualan. Di hari yang baik itu, Pak Ujang mengabdikan dirinya untuk beribadah, bersih-bersih masjid dan mengumandangkan adzan.

Keutamaan Sedekah di Waktu Sulit, Sosok-Sosok Ini Di Antaranya
(Sumber foto: campaign Beramal Jariyah)

Dua kisah inspiratif di atas bisa kita tiru sebagai ikhtiar untuk mensyukuri nikmat Allah. Bahwa bersedekah atau berbagi rezeki kepada yang membutuhkan tak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru di setiap sedekah yang diberikan, mengalir pahala serta kebaikan untuk kita di hari depan. Wallahu ‘alam.

Baca juga: Memberi Makan Kucing Jalanan Mampu Menambah Rezeki? Begini Menurut Al Qur’an Hadist

Leave A Reply

Your email address will not be published.