Hari Gizi dan Makanan Nasional 2022, Sejarah Peringatan dan Fokus Tantangan Pemenuhan Gizi Tahun Ini

Setiap tahun, Hari Gizi dan Makanan Nasional mengusung tema yang berbeda-beda. Di antaranya dilatarbelakangi oleh isu terkait pemenuhan gizi hingga pangan yang menjadi perlu untuk ditangani.

0

Tanggal 25 Januari, diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional setiap tahunnya. Biasanya, setiap tahun pemerintah menetapkan tema tertentu dalam rangka mengatasi ketahanan pangan dan pemenuhan gizi yang sesuai dan sama rata untuk setiap penduduk di Indonesia. Tahun 2022 ini tema yang diusung adalah “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”.

Hari Gizi dan Makanan Nasional 2022, Sejarah Peringatan Fokus Tantangan Pemenuhan Gizi Tahun Ini
(Sumber foto: Obi Onyeador/unsplash.com)

Tetapi, kamu tahu tidak? Sebenarnya, darimana asal mula penetapan 25 Januari sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional ini? Dalam artikel kali ini, mari kita bahas sejumlah fakta dan sejarahnya, yuk!

Sejarah Hari Gizi dan Makanan Nasional

Dilansir dari laman SehatNegeriku Kemenkes, peringatan Hari Gizi dan Makanan Nasional ini ternyata sudah dimulai sejak tahun 1950. Saat itu Menteri Kesehatan Dokter J Leimena, mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai kepala  Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Ia terkenal dengan hasil penelitian kesehatannya yang disebut dengan Lembaga Eijckman. Selanjutnya, Prof.Poorwo ini dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Sementara itu peringatan hari gizi setiap tanggal 25 ini ditandai dengan pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan didirikannya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Saat materi mengenai gizi ini semakin dikenal di berbagai perguruan tinggi, akhirnya di tanggal ini disepakatilah sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional setiap tahunnya.

Baca juga: Asal-Usul Penetapan 1 Oktober Sebagai Hari Lansia Internasional

Hari Gizi dan Makanan Nasional 2022
(Sumber foto: Valeria Boltneva/unsplash.com)

Peringatan besar untuk HGN ini pertama kali diselenggarakannya oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an. Kemudian, sejak tahun 1970-an dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sampai sekarang.

Peringatan dengan tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”

Tahun 2022 ini peringatan Hari Gizi dan Makanan Nasional memasukki tahun ke-62. Pemerintah memfokuskan pada upaya masyaraka bersama menghadapi dan menangani stunting. Hal ini di antaranya dilatar belakangi dengan jumlah angka stunted yang belum mencapai kriteria WHO. Dimana tahun 2021 lalu, meski sudah ada penurunan, Indonesia masih memiliki angka stunted 24,4 %.

Hari Gizi dan Makanan Nasional
(Sumber foto: Towfiqu barbhuiya/unsplash.com)

Sementara standar maksimal dari WHO untuk angka stunted ini adalah 20%. Merujuk pada angka yang ada di Indonesia, itu artinya masih banyak anak di Indonesia yang pemenuhan gizinya belum sesuai. Anak yang alami stunting, bisa berdampak pada terganggunya perkembangan otak,  metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.Padahal sebagian anak terutama yang berasal dari masyarakat pra-sejahtera masih berusaha melawan kekurangan gizi akibat keterbatasan ekonomi.

Isu lain dari Hari Gizi dan Makanan Nasional ini adalah obesitas. Obesitas juga menyebabkan timbulnya beberapa penyakit berbahaya di antaranya Penyakit Tidak Menular (PTM), meliputi Jantung Koroner (PJK), Diabetes Melitus (DM), hingga kencing manis, dan hipertensi atau darah tinggi.

Mengatasi pertambahan kasus obesitas, pemerintah melakukan berbagai cara, di antaranya menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang diantaranya melakukan aktivitas fisik selama 30 menit dalam sehari. Diimbangi dengan konsumsi sayur-mayur, hindari merokok, konsumsi gula, garam, dan lemak yang dikurangi. Ditambah merutinkan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Kebiasaan Buruk Ini Berpotensi Sebabkan Penyakit Jantung!

Leave A Reply

Your email address will not be published.